Hello…This's Mutiara Oktavianti

KB

KB (Keluarga Berencana)

A.    Pengertian KB

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.

Keluarga berencana adalah suatu kesadaran untuk mengatur kehamilan dan persalinan. Biasanya pengaturan kehamilan serta penggunaan metode kontrasepsi digunakan untuk membatasi jumlah anak yang dilahirkan atau menjarangkan kelahiran. Kadang-kadang pengaturan kelahiran dilakukan dalam suatu jangka waktu (periode) tertentu (beberapa bulan atau beberapa tahun) dan kadang-kadang karena suatu alasan medis tertentu untuk mengakhiri kehamilan dan ini dilakukan hingga masa subur berhenti. Strategi membatasi kelahiran sangat bervariasi dan dengan derajat keefektifan yang bervariasi yang digunakan di seluruh dunia dan dilakukan selama bertahun-tahun.

Banyak pilihan metode alat-alat kontrasepsi yang tersedia saat ini bagi individu yang ingin mengikuti keluarga berencana. Pertimbangan dalam pemilihan termasuk keamanan (misalnya memberikan perlindungan dari penyakit menular seksual dan HIV dan juga menghindari efek samping penggunaan alat-alat kontrasepsi tersebut), keefektifan, kemudahan, biaya, penerimaan seseorang serta sikap pasangannya. Semua metode alat-alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saat ini pil KB oral penggunaannya sangat luas sebagai metode KB yang secara medis diresepkan di banyak negara di dunia. Pil KB mengandung 2 hormon sintetis yang sebanding dengan estrogen dan progestin, yaitu hormon pituitari yang mengatur siklus menstruasi wanita secara teratur.

Kebanyakan jenis pil KB bekerja menghambat indung telur melepaskan telur yang matang. Penggunaan yang tepat dan biasanya diminum 1 kali sehari selama 21 hari dalam siklus bulanan wanita tersebut. Pil KB memiliki keefektifan 97%-99% dalam mencegah kehamilan. Tingginya keberhasilan ini serta penggunaannya yang mudah serta tidak mengganggu kenikmatan hubungan seksual sehingga metode ini sangat menarik. Bagi wanita muda, pil KB juga mengurangi resiko terhadap bermacam-macam penyakit termasuk kanker indung telur dan endometrium (dinding rahim), kista payudara jinak, sindrom prahaid serta anemia karena kekurangan zat besi.

B.     Macam-macam Cara Kotrasepsi

Cara Kontrasepsi Sederhana

Kontrasepsi sederhana terbagi lagi atas kontrasepsi tanpa alat dan kontrasepsi dengan alat/obat. Kontarsepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan senggama terputus dan pantang berkala. Sedangkan kontarsepsi dengan alat/obat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, diafragma atau cup, cream, jelly, atau tablet berbusa (vaginal tablet).

Cara Kontrasepsi Moderen/Metode Efektif

Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen. Kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntikan, dan norplant. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan metode mantap, yaitu dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita) vasektomi (sterilisasi pada pria).

C.    Manfaat-manfaat KB

KB dapat mencegah munculnya bahaya-bahaya akibat :

  • Kehamilan terlalu dini : Perempuan yang sudah hamil tatkala umurnya belum mencapai 17 tahun sangat terancam oleh kematian sewaktu persalinan. Mengapa? karena tubuhnya belum sepenihnya tumbuh; belum cukup matang dan siap untuk dilewati oleh bayi. Lagipula, bayinya pun dihadang oleh risiko kematian sebelum usianya mencapai 1 tahun.
  • Kehamilan terlalu “telat” : Perempuan yang usianya sudah terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan terancam banyak bahaya. Khususnya bila ia mempunyai problema-problema kesehatan lain, atau sudah terlalu sering hamil dan melahirkan. Kehamilan-kehamilan terlalu berdesakan jaraknya. Kehamilan dan persalinan menuntut banyak energi dan kekuatan tubuh perempuan. Kalau ia belum pulih dari satu persalinan tapi sudah hamil lagi, tubuhnya tak sempat memulihkan kebugaran, dan berbagai masalah bahkan juga bahaya kematian, menghadang.
  • Terlalu sering hamil dan melahirkan : Perempuan yang sudah punya lebih dari 4 anak dihadang bahaya kematian akibat pendarahan hebat dan macam-macam kelainan lain, bila ia terus saja hamil dan bersalin lagi.

 

D.    Metoda KB

  • Metoda perintang, yang bekerja dengan cara mengahalangi sperma dari   pertemuan dengan sel telur (merintangi pembuahan).
  • Metoda hormonal, yang mencegah indung telur mengeluarkan sel-sel telur, mempersulit pembuahan, dan menjaga agar dinding-dinding rahim tak menyokong terjadinya kehamilan yang tak dikehendaki.
  • Metoda yang melibatkan alat-alat yang dimasukkan ke dalam rahim (IUD), gunanya untuk mencegah pembuahan sel telur oleh sperma.
  • Metoda alamiah, yang membantu Anda mengetahui kapan masa subur Anda, sehingga Anda dapat menghindari hubungan seks pada masa itu.
  • Metoda permanen, atau metoda yang menjadikan Anda atau pasangan Anda tidak bisa lagi memiliki anak untuk selamanya,yaitu dengan cara operasi.

E.     Macam-macam Kontrasepsi
a.      Alat Kontarepsi Berupa Kondom

Defenisi

Kondom adalah suatu alat kontrasepsi berupa sarung dari karet yang diselubungkan ke organ intim lelaki, yang bekerja dengan cara mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan. Kondom merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan yang sering di-gunakan. Kondom juga bisa digunakan untuk melindungi pasangan dan diri sendiri dari virus HIV dan penyakit menular seksual.

Penggunaan kondom yang benar adalah memakaikannya pada organ intim pria yang ereksi. Sisakan ruangan di bagian paling ujung kondom untuk menampung sperma, caranya dengan menjepit bagian paling ujung kondom dengan jari saat memakai kondom tersebut. Setelah terjadi ejakulasi dan sperma keluar dan ditampung oleh kondom tersebut, segera tarik penis dari vagina selama penis masih ereksi. Karena kalau penis sudah tidak dalam keadaan ereksi, kondom akan menjadi longgar dan sperma yang sudah tertampung tadi bisa merembes keluar dan dapat membuahi.

 Kesalahan pemakaian kondom yang lain adalah membuat kondom robek, misalnya karena kena kuku atau ikut robek saat membuka plastiknya. Kondom yang sobek tidak akan melindungi dengan sempurna.

Menurut penelitian, kondom terbukti memiliki kemungkinan kegagalan sebesar 2-3%. Berarti dari 100 wanita yang pasangan yang menggunakan kondom saat bercinta, 2-3 wanitanya terbukti hamil.

 Keuntungan Kondom

  • Mencegah kehamilan
  • Memberi perlindungan terhadap penyakit-panyakit akibat hubungan seks ( phs )
  • Dapat diandalkan
  • Relative murah
  • Sederhana,ringan, disposable
  • Tidak memerlukan pemeriksaan medis, supervise atau follow up
  • Reversible
  • Pria ikut secara aktif dalam program KB
  • Dapat digunakan setiap saat pascapersalian.
  • Tidak ada pengaruh terhadap laktasi.
  • Sebagai cara semetara sambil memilih metode lain.
  • Sebaiknya pakai kondom yang diberi pelican.

 Kerugian Kondom

  • Angka kegagalan relative tinggi
  • Perlu menghentikan sementara aktivitas dan spontanitas hubungan seks guna memasang kondom
  • Perlu dipakai secara konsisten, hati-hati dan terus-menerus Pada setiap senggama

 

b.      Alat Kontarepsi Berupa Diagfragma

Defenisi

Diafragma adalah kondom wanita yang bentuknya seperti mangkuk dan dimasukkan ke dalam vagina sehingga menutupi mulut rahim (serviks). Diafragma mengandung krim spermisid atau jeli yang dapat melemahkan/inaktifasi sel-sel sperma serta diafragma menghambat sel sperma masuk ke dalam uterus. Pemakaian spermisid haruslah bersamaan dengan diafragma karena jika digunakan sendiri-sendiri tidak efektif menghambat sperma dengan sempurna.

 Efektivitas

Jika pemakaiannya tepat, maka diafragma akan memberi keefektifan 82%-95% dalam mencegah kehamilan serta dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Penyesuaian pemakaian diafragma dilakukan oleh tenaga medis sehingga diperoleh ukuran diafragma yang tepat. Diafragma dapat digunakan di dalam vagina hingga 6 jam sebelum melakukan hubungan seksual (dan seharusnya dibiarkan paling sedikit 6 jam agar lebih efektif). Jika hubungan seksual terjadi berulangkali pada periode yang sama, tinggal menambahkan spermisid tanpa haurs mengeluarkan diafragma. Pemeriksaan panggul secara berkala serta pemeriksaan diafragma sangat dianjurkan, terutama jika wanita tersebut mengalami perubahan berat badan atau baru saja hamil.

Efek samping

Adalah iritasi, infeksi kandung kemih dan duh (cairan) vagina yang berat bahkan dapat menyebabkan sindrom syok toksik. Gejala-gejala yang terjadi harus segera dilaporkan ke tenaga kesehatan, misalnya muntah, demam tinggi, diare, ruam-ruam seperti terbakar sinar matahari dan gatal-gatal menyeluruh di daerah kelamin.

 Keuntungan

  • Aman
    Sebagai kontrasepsi pengganti untuk wanita dengan kontraindikasi pemakaian pil oral, IUD dll
  • Efek pellumasan pada wanita yang mendekati mnopouse disampng efek proteksi terhadap kemungkinan menjadi hamil.
  • Tidak memerlukan supervisimedic

 Kerugian

  • Angka kegagalan relative tinggi
  • Harus digunakan segera sebelum senggama
  • Karena harus diletakkan dalam-dalam atau tinggi di vagina, ada wanita yang segan untuk meakukannya
  • Harus diberikan berulang kali untuk senggama yang berturut-turut
  • Dapat menimbulkan iritasi atau rasa pannas pada beberapa wanita

 KB Setelah Post Partum

  • Sebaiknya tunggu sampai 6 minggu pascapersalinan.
  • Tidak ada pengaruh terhadap laktasi.
  • Perlu pemeriksaan dalam oleh petugas.
  • Penggunaan spermasida membantu mengatasi masalah keringnya vagina.

c.       Alat Kontarepsi Berupa Susuk KB

Defenisi

Susuk: Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam.

Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai. Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma.

Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Berbentuk kapsul silastik (lentur), panjangnya sedikit lebih pendek daripada batang korek api. Jika Implant dicabut kesuburan bisa pulih dan kehamilan bisa terjadi Cara pencabutan Implan hampir sama dengan pemasangannya yaitu dengan penyayatan kecil dan dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih. Sebelum pemasangan Implan sebaiknya kesehatan Ibu diperiksa terlebih dahulu,dengan tujuan untuk mengetahui apakah Ibu bisa memakai Implan atau tidak.

 CaraKerja

Sama dengan pil namun susuk ditanamkan di dalam kulit, biasanya di lengan atas. Implan mengandung progesteron yang akan terlepas secara perlahan dalam tubuh.

Efektifitas

  • Lendir serviks menjadi kental
  • Menggangu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi
  • Mengurangi transportasi sperma
  • Menekan ovulasi
  • 99 % Sangat efektif (kegagalan 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan)

Indikasi Susuk KB

  • Pemakaian KB yang jangka waktu lama
  • Masih berkeinginan punya anak lagi, tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu dekat.
  • Tidak dapat memakai jenis KB yang lain.

Yang Harus Ibu Lakukan Setelah Pemasangan Implan

Daftarkan diri segera ke Pos KB Desa atau pusat pelayanan kesehatan lainya, agar dapat dibantu mengingatkan pada saat jatuh tempo pencabutannya. Sesudah pemasangan mungkin Ibu mengalami sedikit nyeri dibekas tempat pemasangan, Ibu tidak usah khawatir, karena rasa nyeri akan hilang dalam satu atau dua hari. Untuk mencegah terjadinya Infeksi dibekas pemasangan Implant harus dijaga supaya tetap kering selama 3 hari, jika ibu akan mandi angkatlah tangan tempat pemasangan Implant agar luka tidak terkena air, sebab jika luka menjadi basah dapat menyebabkan Infeksi. Jangan segan untuk membicarakan dengan petugas lapangan KB dan petugas kesehatan jika ada masalah dengan pemakaian Implant. Sesudah 5 Tahun Implan harus dicabut dan apabila Ibu masih berniat memakai implant kembali maka implant dapat dipasangkan lagi.

 Keuntungan

  • Tahan sampai 5 tahun atau sampai diambil. Kesuburan akan kembali segera setelah pengangkatan. Pencegahan kehamilan terjadi dalam waktu 24 jam setelah pemasangan.
  • Melindungi wanita dari kanker rahim.
  • Aman digunakan setelah melahirkan dan menyusui.
  • Tidak mengganggu aktivitas seksual.
  • Daya guna tinggi
  • Perlindungan jangka panjang (3 tahun untuk Jadena)
  • Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
  • Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
  • Bebas dari pengaruh estrogen
  • Tidak menggangu kegiatan senggama
  • Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan
  • Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan
  • Mengurangi nyeri haid
  • Mengurangi jumlah darah haid
  • Mengurangi/memperbaiki anemia
  • Melindungi terjadinya kanker endometrium
  • Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara
  • Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul
  • Menurunkan angka kejadian endometriosis.

Kelemahan

Tidak dianjurkan untuk penderita penyakit hati, kanker payudara, perdarahan tanpa sebab, penggumpalan darah, penderita tekanan darah tinggi, penyakit kandung empedu, kolesterol tinggi, siklus menstruasi tidak teratur, sakit kepala, penyakit jantung. Beberapa jenis susuk, yang tampak dari luar atau terasa bila diraba. Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan pola haid berupa perdarahan bercak (spotting), hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorea.

 Keluhan-Keluhan Yang Dapat Timbul akibat Pemasangan

  • Nyeri kepala, peningkatan/penurunan berat badan, nyeri payudara, mual-mual, pening/pusing kepala, perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan
  • Membutuhkan tindakan pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan
  • Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk AIDS
  • Klien tidak menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan
  • Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberkulosis atau obat epilepsy
  • Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 wanita pertahun)
  • Keluar bercak-bercak darah atau pendarahan yang lebih banyak selama menstruasi.
  • Hematoma/pembekakan dan nyeri.

Efek Samping

  • Gangguan pola Haid
  • Tidak haid
  • Pendarahan yang tidak lama
  • Kemungkinan infeksi pada bekas luka pemasangan
  • Perdarahan
  • Siklus menstruasi lebih panjang
  • Rambut rontok
  • Gairah seksual turun
  • Jerawat dan depresi.

 Penanggulangan :

  • Hubungan Petugas berwenang
  • Hematoma (warna biru dan rasa nyeri) pada deerah pemasangan, kompres dengan air dingin selama 2 hari, selanjutnya kompres dengan air panas/hangat sampai warna biru hilang.

Kontraindikasi

  • Hamil atau diduga hamil, penderita jantung, strok, lever, darah tinggi dan kencing manis.
  • Pendarahan Vagina tanpa sebab.
  • Wanita dalam usia reproduksi
  • Telah atau belum memiliki anak
  • Menginginkan kontrasepsi jangka panjang (3 tahun untuk Jadena)
  • Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
  • Pascapersalinan dan tidak menyusui
  • Pascakeguguran
  • Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak kontrasepsi mantap
  • Riwayat kehamilan ektopik
  • Tekanan darah 6 minggu, asal yakin tidak sedang hamil. atau berikan perlindungan ganda sampai haid lalu mulai suntikan.

Kapan akseptor suntik harus datang untuk kunjungan ulang (follow-up)

  • Pada saat jadual ulangan penyuntikan (1 bulan untuk cyclofem, 2 bulan untuk noristerat dan 3 bulan untuk Depo provera)
  • Bila berhalangan, dapat datang sebelum waktu kunjungan berikutnya
  • Bila tidak dapat datang pada jadual berikutnya, pakai perlindungan ganda (kondom, spermisida, sampai bisa datang untuk suntikan.

d.      Alat Kontarepsi Berupa Suntikan KB (KB Suntik)

Defenisi

Kontrasepsi suntikan progestin adalah mencegah terjadinya kehamilan dengan cara disuntik intra muskuler yang berdaya kerja 3 bulan dan tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau setiap akan mengandung hormon progesteron dan tidak mengganggu produksi ASI.

Kontraspsi suntik adalah alat kontrasepsi berupa cairan, yang hanya berisi hormone progesterone disuntikkan ke dalam tubuh wanita secara periodic. Kotrasepsi suntik adalah alat kontasepsi yang disuntikan ke dalam tubuh dalam jangka waktu tertentu, kemudian masuk ke dalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan.

Cara Kerja KB suntik adalah:

  • Mencegah ovulasi, kadar progestin tinggi sehingga menghambat lonjakan luteinizing hormone (LH) secara efektif sehingga tidak terjadi ovulasi. Kadar follicle-stimulating hormone (FSH) dan LH menurun dan tidak terjadi lonjakan LH (LH Surge). Menghambat perkembangan folikel dan mencegah ovulasi. Progestogen menurunkan frekuensi pelepasan (FSH) dan (LH) .
  • Lendir serviks menjadi kental dan sedikit, mengalami penebalan mukus serviks yang mengganggu penetrasi sperma. Perubahan – perubahan siklus yang normal pada lendir serviks. Secret dari serviks tetap dalam keadaan di bawah pengaruh progesteron hingga menyulitkan penetrasi spermatozoa.
  • Membuat endometrium menjadi kurang layak atau baik untuk implantasi dari ovum yang telah di buahi, yaitu mempengaruhi perubahan-perubahan menjelang stadium sekresi, yang diperlukan sebagai persiapan endometrium untuk memungkinkan nidasi dari ovum yang telah di buahi.
  • Menghambat transportasi gamet dan tuba, mungkin mempengaruhi kecepatan transpor ovum di dalam tuba fallopi atau memberikan perubahan terhadap kecepatan transportasi ovum (telur) melalui tuba.

Efektivitas KB Suntik Adalah:

Jenis kontrasepsi ini pada dasarnya mempunyai cara kerja seperti pil. Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali, memiliki keuntungan mengurangi resiko lupa minum pil dan dapat bekerja efektif selama 3 bulan. Efek samping biasanya terjadi pada wanita yang menderita diabetes atau hipertensi.

 Efektif bagi wanita yang tidak mempunyai masalah penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, trombosis atau gangguan pembekuan darah serta riwayat stroke. Tidak cocok buat wanita perokok. Karena rokok dapat menyebabkan peyumbatan pembuluh darah.

 Kedua kontrasepsi suntik tersebut memiliki efektivitas yang tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan tiap tahun. Asal penyuntikan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.

 Kontrasepsi suntikan mengandung hormon sintetik. Penyuntikan ini dilakukan 2-3 kali dalam sebulan. Suntikan setiap 3 bulan, setiap 10 minggu, dan setiap bulan.Salah satu keuntungan suntikan adalah tidak mengganggu produksi ASI. Pemakaian hormon ini juga bisa mengurangi rasa nyeri dan darah haid yang keluar.

 Sayangnya, bisa membuat badan jadi gemuk karena nafsu makan meningkat. Kemudian lapisan dari lendir rahim menjadi tipis sehingga haid sedikit, bercak atau tidak haid sama sekali. Perdarahan tidak menentu. Tingkat kegagalannya hanya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.

 Keuntungan KB Suntik

  • Sangat efektif , karena mudah digunakan tidak memerlukan aksi sehari hari dalam penggunaan kontrasepsi suntik ini tidak banyak di pengaruhi kelalaian atau faktor lupa dan sangat praktis.
  • Meningkatkan kuantitas air susu pada ibu yang menyusui, Hormon progesteron dapat meningkatkan kuantitas air susu ibu sehingga kontrasepsi suntik sangat cocok pada ibu menyusui. Konsentrasi hormon di dalam air susu ibu sangat kecil dan tidak di temukan adanya efek hormon pada pertumbuhan serta perkembangan bayi.
  • Efek samping sangat kecil yaitu tidak mempunyai efek yang serius terhadap kesehatan.
  • Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
  • Penggunaan jangka panjang
  • Sangat cocok pada wanita yang telah mempunyai cukup anak akan tetapi masih enggan atau tidak bisa untuk dilakukan sterilisasi.
  • Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai menopause
  • Membantu mencegah kehamilan ektopik dan kanker endometrium

 Kekurangan KB Suntik

Ini Dapat mengalami perdarahan bercak di luar siklus haid atau justru haid manjadi jarang. Setelah Anda berhenti menyuntik, mungkin butuh waktu beberapa bulan untuk kembali pada siklus biasa.

Jarang terjadi perdarahan yang banyak, tidak dapat haid, perlu suntikan ulangan teratur, perlu control atau kunjungan berkala untuk evaluasi.

 Efek Samping KB Suntik

  • Gangguan haid seperti:
  • Siklus haid yang memendek atau memanjang
  • Perdarahan yang banyak atau sedikit
  • Perdarahan tidak teratur atau bercak (spotting)
  • Tidak haid sama sekali atau amenorhoe
    1. Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk jadwal suntikan berikutnya)
    2. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu, harus menunggu sampai masa efektifnya habis (3 bulan)
    3. Berat badan bertambah

Umumnya pertambahan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg sampai 5 kg dalam tahun pertama. Pertambahan berat badan tidak jelas. Tampaknya terjadi karena bertambahnya lemak tubuh. Hipotesa para ahli ini diakibatkan hormon merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak daripada biasanya.

  • Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan IMS, hepatitis B dan virus HIV
  • Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian bukan karena terjadinya kerusakan atau kelainan pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya (tempat suntikan).
  • Pada penggunaan jangka panjang yaitu diatas 3 tahun penggunaan dapat:
  • Menurunkan kepadatan tulang
  • Menimbulkann kekeringan pada vagina
  • Menurunkan libido.
  • Keluhan- keluhan lainnya berupa mual, muntah, sakit kepala, panas dingin, pegal-pegal, nyeri perut dan lain-lain.

 Indikasi

Indikasi pemakaian kontrasepsi suntik antara lain jika klien menghendaki pemakaian kontrasepsi jangka panjang, atau klien telah mempunyai cukup anak sesuai harapan, tapi saat ini belum siap. Kontrasepsi ini juga cocok untuk klien yang menghendaki tidak ingin menggunakan kontrasepsi setiap hari atau saat melakukan sanggama, atau klien dengan kontra indikasi pemakaian estrogen, dan klien yang sedang menyusui. Klien yang mendekati masa menopause, atau sedang menunggu proses sterilisasi juga cocok menggunakan kontrasepsi suntik.

Indikasi pemakaian suntikan kombinasi :

  • Usia reproduksi (20-30 tahun)
  • Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak
  • Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas yang tinggi
  • Menyusui ASI pasca persalinan lebih dari 6 bulan
  • Pasca persalian dan tidak menyusui
  • Anemia
  • Nyeri haid hebat
  • Haid teratur
  • Riwayat kehamilan ektopik
  • Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

 Kontra Indikasi

  • Hamil atau dicurigai hamil (reaksi cacat pada janin > 100.000 kelahiran)
  • Ibu menginginkan haid teratur
  • Menyusui dibawah 6 minggu pasca persalinan
  • ibu yang menderita sakit kuning (liver),
  • kelainan jantung,
  • varises (urat kaki keluar),
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • kanker payudara atau organ reproduksi,
  • Menderita kencing manis (DM). Selain itu, ibu yang merupakan perokok berat, sedang dalam persiapan operasi.
  • Sakit kepala sebelah (migrain) merupakan kelainan-kelainan yang menjadi pantangan penggunaan KB suntik ini.
  • Perdarahan saluram genital yang tidak terdiagnosis.
  • Penyakit arteri berat di masa lalu atau saat ini
  • Efek samping serius yang terjadi pada kontrasepsi oral kombinasi yang bukan disebabkan oleh estrogen
  • Adanya penyakit kanker hati
  • Depresi berat.

 Waktu Mulai Penggunaan

  • Mulai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid.
  • Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diberikan setiap saat, asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
  • Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan. Bila ibu telah menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya secara benar, dan ibu tersebut tidak hamil, suntikan pertama dapat segera diberikan. Tidak perlu menunggu sampai haid berikutnya datang.
  • Bila ibu sedang menggunakan jenis kontrasepsi jenis lain dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntikan yang lain lagi, kontrasepsi suntikan yang akan diberikan dimulai pada saat jadwal kontrasepsi suntikan sebelumnya.
  • Ibu yang menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid berikutnya datang. Bila ibu disuntik setelah hari ke 7 haid, ibu tersebut selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.

e.       Alat Kontarepsi Berupa Pil KB

1. Pil Kombinasi

Definisi
Pil kombinasi adalah  kontrasepsi yang berupa tablet-tablet kecil yang berisi 2 jenis hormon, yaitu estrogen dan progestin, hal ini serupa dengan hormon-hormon yang secara alamiah terdapat di dalam tubuh.

 Pil ini mencegah kehamilan dengan menekan pematangan sel telur. Mengentalkan lendir serviks (leher rahim) sehingga hanya sedikit sperma yang dapat melaluinya dan kemungkinan sperma akan terhalang. Merubah pergerakan rahim, sehingga mengganggu jalanya sperma dan sel telur. Menimbulkan perubahan pada dinding rahim, sehingga tidak memungkinkan terjadinya nidasi (penempelan hasil konsepsi pada dinding rahim).

 Biasanya kemasan pil kombinasi terdiri dari 28 tablet, dimana 7 tablet diantaranya adalah plasebo yang tidak berisi hormon. Sebagai gantinya pil tersebut berisi zat besi. Fungsi ke-7 pil tersebut adalah membantu klien untuk membiasakan diri minum pil setiap hari.

 Efektifitas
Jika penggunaannya benar, maka keberhasilan penggunaannya mencapai 99,9 %.

 Keuntungan

  • Efektifitas tinggi
  • Risiko terhadap kesehatan rendah
  • Tidak memerlukan pemeriksaan dalam untuk memulai penggunannya
  • Tidak mengganggu hubungan seksual
  • Mudah digunakan
  • Siklus haid teratur, banyaknya darah haid menjadi berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid.
  • Dapat digunakan untuk jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan.
  • Mudah dihentikan setiap saat.
  • Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan.

 Kerugian

  • Mahal dan membosankan karena harus digunakan setiap hari.
  • Tidak mencegah penyakit menular seksual
  • Beberapa efek samping yang sering terjadi :
    • Mual, terutama pada 3 bulan pertama
    • Rasa tidak enak di payudara
    • Sakit kepala
    • Mengurangi ASI
    • Menambah berat badan
    • Pusing
    • Pada sebagian kecil perempuan dapat menyebabkan depresi, dan perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seksual berkurang.
    • Perdarahan di anatara masa menstruasi, yang biasanya terjadi pada permulaan menggunakan pil KB, dan keadaan ini akan berhenti dengan sendirinya ketika menginjak bulan ke-3 atau ke-4.
    • Terbentuknya kloasma atau bercak-bercak kecoklatan di wajah, dagu, atau leher. Penggunaan krim pelindung sinar matahari akan membantu mencegah pembentukan kloasma.
    • Dapat meningkatkan tekanan darah dan peningkatan cairan, sehingga terjadi resiko stroke, dan gangguan pembekuan darah pada pembuluh darah vena dalam sedikit meningkat.

 Indikasi

  • Keinginan untuk memperoleh metoda kontrasepsi dengan efektifitas yang tinggi. Rasionalnya : Pil kontrasepsi 90% efektif bila digunakan dengan benar.
  • Adanya anemia karena haid yang berlebihan. Rasionalnya : Pil kombinasi mengurangi kehilangan jumlah darah, meningkatkan hemoglobin pada banyak klien.
  • Nyeri haid hebat. Rasionalnya : Pil kombinasi mengurangi rasa nyeri (dismenorhea).
  • Riwayat kista ovarium jinak. Rasionalnya : Dengan menekan ovulasi, pil kombinasi biasanya mencegah pembentukan kista ovarium.
  • Siklus haid tidak teratur. Rasionalnya : Siklus haid yang tidak teratur akan teratur karena pil kombinasi.
  • Keluhan haid. Rasionalnya : Siklus haid menjadi baik dengan pil kombinasi.
  • Riwayat kanker ovarium dalam keluarga. Rasionalnya : Pil kombinasi mencegah beberapa jenis kanker ovarium.
  • Tumor jinak payudara. Rasionalnya : Pil kombinasi melindungi terjadinya tumor jinak payudara.

Kriteria yang Harus Menghentikan Penggunaan Pil Kombinasi  

  • Sakit kepala yang amat sangat
  • Sakit di dada atau pembengkakan di kaki
  • Kehilangan ketajaman pandangan
  • Pucat atau kekuning-kuningan seperti orang sakit kuning

Kriteria yang Tidak Boleh Menggunakan Pil Kombinasi

  • Hamil atau dicurigai hamil.
  • Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, kelainan pada pembekuan darah.
  • Penyakit hati yang akut maupun kronis
  • Gatal pada kulit pada waktu hamil
  • Kanker
  • Perdarahan vagina yang abnormal
  • Kencing manis atau diabetes
  • Pusing-pusing dengan sebab yang tidak jelas
  • Perokok berat
  • Menyusui eksklusif
  • Perdarah pervaginam yang belum diketahui penyebabnya
  • Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari

Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi

  • Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan kalau perempuan tersebut tidak hamil
  • Hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid
  • Boleh menggunakan pada hari ke-8, tetapi perlu menggunakan metode kontrasepsi yang lain (kondom) mulai hari ke-8 sampai hari ke-14 atau tidak melakukan hubungan seksual sampai klien menghabiskan paket pil tersebut
  • Setelah melahirkan:
    • Setelah 6 bulan pemberian ASI eksklusif
    • Setelah 3 bulan dan tidak menyusui
    • Pascakeguguran (segera atau dalam waktu 7 hari)
    • Bila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi, dan ingin menggantikan dengan pil kombinasi, pil  dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid.

 2.        Pil Mini

Defenisi

Merupakan pil kontrasepsi yang hanya mengandung hormon progesterone saja dalam dosis yang rendah yang diberikan terus menerus.

Cara kerja :

  • Mengentalkan lendir serviks sehingga hanya sedikit sperma yang dapat melaluinya dan kemungkinan sperma akan terhalang.
  • Mengubah dinding rahim sehingga tidak siap untuk implantasi

Keuntungan

  • Sangat efektif bila digunakan secara benar, sekitar 96%
  • Tidak mempengaruhi ASI
  • Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
  • Tidak mengganggu hubungan seksual
  • Kesuburan cepat sekali
  • Sedikit efek samping
  • Dapat dihentikan setiap saat

Kelemehan

  • Harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama
  • Kegagalan menjadi besar bila lupa minum satu pil saja
  • Efektivitas pil menjadi rendah bila digunakan bersamaan dengan obat
  • tuberklosis atau obat epilepsi
  • Tidak melindungi terhadap PMS atau HIV / AIDS

Efek Smping

  • Nyeri kepala
  • Perubahan mood
  • Penambahan atau penurunan berat badan
  • Pusing
  • Perdarahan bercak atau perdarahan tidak teratur
  • Payudara menjadi tegang
  • Mual
  • Jerawat

Indikasi

  • Menginginkan suatu metoda yang sangat efektif selama periode menyusui.Rasionalnya : 98,5 % pil mini hanya efektif dalam 9 bulan postpartum bila menyusui.
  • Tidak dapat menggunakan pil kombinasi karena efek samping esterogen, migrain, TD tinggi atau payudara menjadi tegang. Rasionalnya : Pil mini tidak mengandung esterogen.
  • Mempunyai tekanan darah tinggi. Rasionalnya : Pil mini mengandung 1/3 dari jumlah progestin yang ada dalam pil kombinasi. Pil mini jarang memepengaruhi tekanan darah.
  • Usia lebih dari 35 tahun dan perokok berat dan tidak dapat menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Rasionalnya : Dibandingkan dengan esterogen dosis rendah progestin tidak meningkatkan resiko pembekuan darah (wanita di atas 35 tahun dan memakai pil kombinasi lebih terpapar terhadap resiko pembekuan darah komplikasi kardiovaskuler.

Kriteria Yang Tidak Boleh Menggunakan Minipil

  • Hamil atau diduga hamil
  • Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
  • Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
  • Menggunakan obat tuberklosis atau obat epilepsi
  • Kanker payudara atau riwayat kanker payudara
  • Sering lupa menggunakan pil
  • Riwayat stroke

Waktu Mulai Menggunakan Minipil

  • Mulai hari pertama sampai ke-5 siklus haid. Tidak diperlukan pencegahan dengan kontrasepsi lain.
  • Dapat digunakan setiap saat, asal saja tidak terjadi kehamilan. Bila menggunakannya setelah hari ke-5 siklus haid, jangan melakukan hubungan seksual selama 2 hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 2 hari saja.
  • Bila klien tidak haid, minipil dapat digunakan setiap saat, asal saja diyakini tidak hamil. Jangan melakukan hubungan hubungan seksual selama 2 hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk dua hari saja.
  • Bila menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pascapersalinan dan tidak haid, minipil dapat dimulai setiap saat. Bila menyusui penuh, tidak memerlukan metode kontrasepsi tambahan.
  • Minipil dapat diberikan segera pascakeguguran
  • Bila klien sebelumnya menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin menggantinya dengan minipil, minipil dapat segera diberikan, bila saja kontrasepsi sebelumnya digunakan dengan benar atau ibu sedang tidak hamil. Tidak perlu menunggu  sampai datang haid berikutnya.
  • Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi nonhormonal dan ibu tersebut ingin menggantikannya denagn minipil, minipil diberikan pada hari 1-5 siklus haid dan tidak memerlukan metode kontrasepsi lain.
  • Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi suntikan, minipil diberikan pada jadwal suntikan berikutnya.

2.  Metode Kalender (Ogino-Knaus)

Menentukan waktu ovulasi dari data haid yang dicatat selama 6-12 bulan terakhir.

Teknik Metode Kalender

Seorang wanita menentukan masa suburnya dengan:

  • Mengurangi 18 hari dari siklus haid terpendek, untuk menentukan awal dari masa suburnya.
  • Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir dari masa suburnya.

Kalkulasi masa subur secara tradisional didasarkan pada 3 asumsi:

  • Ovulasi terjadi pada hari ke-14 tambah kurang 2 hari sebelum permulaan haid berikutnya.
  • Spermatozoa bertahan hidup 2-3 hari.
  • Ovum hidup selama 24 jam.
  • Diperlukan catatan siklus haid 8 bulan atau lebih.
  • Hari pertama persangkaan masa subur : siklus terpendek-18
    Asal angka 18 : 14+2+2 -> hari hidup spermatozoa
  • Hari terakhir persangkaan masa subur : siklus terpanjang -11

Asal angka 11 : 14-2-1 -> hari hidup ovum.

Efektivitas Metode Kalender

Angka kegagalan : 14.4-47 kehamilan pada 100 wanita pertahun.

 

g.      Coitus Interuptus ( Senggma Terputus)

 Defenisi

Adalah suatu metode kontrasepsi dimana senggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intravagina. Ejakulasi terjadi jauh dari genetalia eksternal wanita.

 Keuntungan

  • Tidak memerlukan alat/murah
  • Tidak menggunakan zat-zat kimiawi
  • Selalu tersedia setiap saat
  • Tidak mempunyai efek samping

 Kerugian

  • Angka kegagalan cukup tinggi yaitu 16-23 kehamilan perseratus wanita pertahun

Faktr-ffaktor yang menyebabkan angka kegagalan yang cukup tinggi adalah :

  • Adanya cairan perejakulasi ( yang sebelumnya sudah tersimpan dalam kelenjar prostatt, uretra,kelenjar cowper) yang dapat keluar setiap saat, dan setiap tetes sudah dapat mengandung berjuta-juta spermatozoa.
  • Kurangnya control diri pria, yang pada metode ini justru sangat penting.
  • Kenikmatan seksual berkurang bagi suami isteri, sehingga dapat mempengaruhi kehidupan perkawinan

 Kontraindikasi

Ejakulasi premature pada pria

Hal-hal penting yang harus diketahui oleh akseptor

  • Sebelum senggama, cairan pra ejakulasi pada ujung penis harus dibersihkan dulu
  • Bila pria merasa akan berejakulasi ia harus segera mengeluarkan penisnya dari dalam vagina dan selanjutnya ejakulasi dilakukan jauh dari orificium vagina
  • Coitus interuptus bukann merupakan metode kontrasepsi yang baik bila pasangan suami istri menginginkan senggama yang berulang kali, karena semen yang masih dapat tertinggal di dalam cairan bening pada ujung penis.
  • Coitus interuptus bukan metode kontrasepsi yang baik bila suami mempunyai kesulitan untuk mengetahui kapan ia akan berejakulasi.
  • Coitus interuptus cukup tepat untuk suami yang tidak mempunyai “perrembesan” dari cairan pra ejakulasi sebelum senggama
  • Coitus interuptus masih merupakan metode kontrasepsi yang lebihh baik dariada sama sekal tidak memakai metode apapun.

 

 h.      Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ( AKDR )

Defenisi

Intra Uterine Device (IUD) atau lebih dikenal dengan sebutan spiral, merupakan suatu benda yang terbuat dari plastik, umumnya berbentuk huruf T. Secara medis diselipkan ke dalam rahim wanita. IUD mengandung tembaga atau hormone yang berfungsi mencegah bertemunya sperma dengan sel telur. Metode ini memberikan keefektifan dalam mencegah kehamilan sekitar 97% – 99%. Efek samping IUD adalah kejang otot saat menstruasi, infeksi dan kehamilan tuba.

 Mekanisme Kerja IUD

  • Timbulnya reaksi radang lokal yang non spesifik di dalam cavum uterisehingga implantasi sel telur yang telah dibuahi akan terganggu.
  • Produksi lokal prostaglandine yang meninggi yang menyebabkan terhambatnya implantasi.
  • Gangguan / terlepasnya blastosyt yang telah berimplantasi di dalam endometrium
  • Pergerakan ovum yang bertambah cepat di dalam tuba faloppii.
  • Immobilisasi spermatozoa saat melewati cavum uteri.
  • Mencegah spermatozoa membuahi sel telur (mencegah fertilisasi).

Efektivitas dari IUD

  • makin tua usia, makin rendah angka kehamilan, ekspulsi dan pengangkatan / pengeluaran IUD.
  • makin muda usia, terutama pada nulligravid makin tinggi angka ekspulsi dan pengangkatan / pengeluaran IUD.

Angka Kegagaln IUD

Pada umumnya: 1-3 kehamilan per 100 wanita/ tahun.

Kontra indikasi IUD

1. Kontra Indikasi absolut:

  • Infeksi pelvis yang aktif
  • Kehamilan / persangkaan kehamilan

2. Kontra Indikasi relatif kuat:

  • Partner seksual yang banyak
  • Partner seksual yang banyak dari partner akseptor IUD
  • Kesukaran memperoleh pertolongan kegawatdaruratan bila terjadi komplikasi
  • Pernah mengalami infeksi pelvis yang rekuren, post partum endometritis/
    abortus febrilis dalam 3 bulan terakhir
  • Cervicitis akut / purulent
  • Kelainan darah
  • Riwayat kehamilan ektopik
  • Gangguan respon tubuh terhadap infeksi

3.      Keadaan lain:

  • Penyakit katup jantung
  • Keganasan endometrium / serviks
  • Stenosis serviks yang berat
  • Uterus yang kecil
  • Endometriosis
  • Myoma uteri
  • Polip endometrium
  • Kelainan kongenital uterus,dll

Kerugian IUD

  • Perlu diganti setelah pemakaian beberapa tahun
  • Lebih mahal

 Keuntungan IUD

 mengurangi volume darah haid

Efek Samping Dan Komplikasi IUD

  • Rasa sakit / nyeri
  • Muntah, keringat dingin dan syncope
  • Perforasi uterus
  • sakit dan perdarahan
  • Embedding Displacement
  • Infeksi
  • Kehamilan intra uterine
  • Kehamilan ektopik
  1. i.        Kontrasepsi Mantap Atau Steril
    1. Tubektomi
  • Dapat dilakukan dalam  48 jam pascapersalinan.
  • Jika tidak, tunggu sampai 6 minggu pascapersalinan.
  • Tidak ada pengaruh terhadap laktasi atau tumbuh kembang bayi.
  • Minilaparatomi pascapersalinan paling mudah dilakukan dalam 48 jam pascapersalinan.
  • Perlu anastesi local.
  • Konseling sudah harus dilakukan sewaktu asuhan antenatal.
  1. vasektomi
  • Dapat dilakukan setiap saat.
  • Tidak segera efektif karena perlu paling sedikt 20 ejakulasi (±3 bulan) sampai benar-benar steril.
  • Merupakan salah satu KB untuk pria.
  • Oklusi vas deferens, sehingga menghambat perjalanan spermatozoa dan tidak didapatkanspermatozoa di dalam semen / ejakulat (tidak ada penghantaran spermatozoa dari testis ke penis)

Keuntungan Kontap-Pria

  • Efektif
    Aman, morbidilitas rendah dan hampir tidak ada mortalitas
  • Sederhana
  • Cepat, hanya memerlukan waktu 5-10 menit
  • Menyenangkan bagi akseptor karena memerlukan anestesi lokal saja
  • Biaya rendah
  • Secara kultural, sangat dianjurkan di negara-negara dimana wanita merasa malu untuk ditangani oleh dokter pria atau kurang tersedia dokter/ paramedis wanita.

 Kerugian Kontap-Pria

  • Diperlukan suatu tindakan operatif
  • Kadang-kadang menyebabkan komplikasi,ex: perdarahan / infeksi
  • Kontap-pria belum memberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa
  • Problem psikologis yang berhubungan dengan perilaku seksual

Kontra indikasi Kontap-Pria

  • Infeksi kulit lokal
  • Infeksi traktus genitalia
  • Kelainan skrotum dan sekitarnya
  • Penyakit sistemik
  • Riwayat perkawinan, psikologis atau seksual yang tidak stabil

 

Efek samping dan komplikasi Kontap-Pria

  • Komplikasi minor

Ex: ecchymosis, pembengkakan, rasa sakit

  • Komplikasi mayor

Ex: hematoma, infeksi, sperma granuloma, komplikasi lainnya

  • Efek Kontap-Pria pada fungsi testis dan hormon pria
    • Tidak menimbulkan efek pada fungsi testis dan spermatogenesis
    • Tidak ditemukan perubahan dalam hormon gonadotropin hypofisis atau testoteron
    • Efek psikologis dari Kontap-Pria
      • Rasa takut “ trauma “ tubuh
      • Rasa takut “ trauma “ seks
      • Rasa takut “ trauma “ keluarga
      • Rasa takut “ trauma “ moral
      • Rasa takut “ trauma “ kelompok / golongan

DAFTAR PUSTAKA

 

Notodiharjo, Riano. 2002. Reproduksi, Kontrasepsi, dan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Kanisius
Sarwono Prawirohardjo. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: