Hello…This's Mutiara Oktavianti

MOLA HIDATIDOSA

MOLA HIDATIDOSA

I.PENGERTIAN

            Mola hidatidosa adalah penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan yang tidak disertai janin dan seluruh villi korealis mengalami perubahan hidrofik (Prof.Ida Bagus Gede Manuaba,2007)

            Mola hidatidosa disebut juga kehamilan anggur yaitu karena adanya jonjot korion(chorionic villi) yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyarupai anggur atau mata ikan.Ini merupakan bentuk neoplasma trofoblas yang jinak.

 

2.ETIOLOGI

            Penyebab mola hidatidosa secara pasti belum diketahui.Berbagai factor yang menyebabkan antara lain:

  • Faktor ovum : ovum yang sudah patologik mati api terlambat keluar.
  • immuno selektif dari trofoblas.
  • Keadaan sosioekonomi yang rendah
  • Kekurangan protein
  • Infeksi virus
  • Defisiensi vitamin A
  • Perkawinan usia muda kurang dari 15 tahun atau di atas 45 tahun


3.TANDA DAN GEJALA

a. Pada anamnesis ditemukan tanda dan gejala seperti berikut:

  • Terdapat gejala-gejala kehamilan muda yang lebih nyata dari kehamilan normal misalnya mual muntah yang berlebihan.
  • Kadang kala ada tanda toksemia gravidarum ( pusing,gangguan penglihatan,dan tekanan darah tinggi)
  • Terdapat perdarahan yang sedikit atau banyak
  • Pembesaran uterus tidak sesuai dengan usia kehamilan
  • Keluar jaringan mola(seperti anggur)yang merupakan diagnosis pasti,namun jaringan mola ini tidak selau di temukan.

b. Pada inspeksi ditemukan tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Muka dan terkadang badan kelihatan lebih pucat atau kekuning-kuningan.
  • Jika gelembung mola sampai keluar maka tanda ini akan kelihatan lebih jelas.

c. Pada palpasi ditemukan tanda dan gejala seperti berikut:

  • Uterus membesar tetapi tidak sesuai dengan usia kehamilan.
  • Tidak teraba bagian-bagian ballothement janin dan gerakan janin.

 d. Pada auskultasi ditemukan tanda dan gejala seperti berikut:

  • Tidak terdengar DJJ
  • Terdengar bising dan bunyi khas.

e. Pada tes kehamilan ditemukan kadar HCG yang tinggi.

f.Pada pemeriksaan dalam ditemukan tanda dan gejala seperti berikut:

  • Rahim lebih besar.
  • Konsistensi lebih lembek
  • Tidak ada bagian-bagian janin
  • Teraba jaringan di kanalis servikalis dan vagina.

g. Pada foto rontgen abdomen tidak terlihat adanya kerangka janin

h Pada pemeriksaan USG ditemukan adanya gambaran badai salju(gambaran yang khas pada kehamilan mola) dan tidak terlihat adanya janin.

i. Pemeriksaan laboratorim seperti;

  • Beta hCG urin lebih dari 100.000mIU/ml
  • Beta hCG serum di atas 40.000 IU/ml


4.PATOFISIOLOGI

            Setelah ovum dibuahi,terjadi pembagian dari sel tersebut.Tidak lama kemudian terbentuk biastokista yang mempunyai lumen dan dinding luar.Dinding ini terjadi atas sel-sel ekstoderm yang kemudian menjadi tropoblash.

            Sebagian vili berubah menjadi gelembung berisi cairan jernih,biasa tidak ada janin.Gelembung-gelambung atau tesikel ukurannya bervariasi mulai dari yang mudah dilihat,sampai beberapa sentimeter,bergantung dalam beberapa kelompok dari tangkai yang tipis.Masa tersebut dapat tumbuh cukup besar sehingga memenuhi cavum uteri.Pembesaran uterus sering tidak sesuai dan melebihi usia kehamilan.

            Pada beberapa khusus,sebagian pertumbuhan dan perkembangan villi korealis berjalan normal sehingga janin dapat tumbuh dan berkembang bahkan sampai aterm.Keadaan ini disebut mola parsial.

            Ada beberapa kasus pertumbuhan dan perkembangan villi korealis berjalan normal sehingga janin dapat tumbuh dan berkembang.

a. Teori Missed Abortion

Mudigan mati pada kehamilan tiga sampai lima minggu,karena terjadi gangguan peredaran darah,sehingga terjadi penemuan cairan dalam jaringan masenkim dari villi dan akhirnya terbentuk gelembung-gelembung.

b. Teori Neoplasma dari park

Bahwa yang normal adalah sel trofoblast yang mempunyai fungsi abnormal pula,dimana terjadi cairan yang berlebihan dalam villi sehingga timbul gelembung,hal ini menyebabkan peredaran gangguan peredaran darah dan kematian mudigan.

 

 5.DAMPAK MASALAH(KOMPLIKASI)

            Dampak terhadap fisik

            Dampak adanya penyakit mola hidatidosa akan menimbulkan penyakit lain seperti:

 a. Perdarahan

Sebelum terjadi keguguran,mola hidatidosa biasanya menunjukkan perdarahan sedikit-sedikit tapi berulang-ulang.Meskipun perdarahan sedikit ,namun karena berlangsung berminggu-minggu maka kehilangan darah dapat menimbulkan anemia pada penderita.Sewaktu terjadi keguguran pada mola hidatidosa biasanya terjadi perdarahan yang hebat dan bila tidak ditangani akan menyebabkan shock dan mungkin kematian .

b. Perforasi

Mola hidatidosa yang ganas dan tindakan yang kurang hati-hati dapat menyebabkan perforasi.Jika terjadi perforasi pada saat melakukan curretge lakukan hal berikut:

  • Hentikan  kuretase
  • Observasi kemungkinan:
  1. Abdomen akut akibat perdarahan intraabdomen
  2. Infeksi dengan suhu tubuh yang meningkat
  3. Laparatomi untuk menghentika perdarahan,diikiti dengan histerotomi untuk mengeluarkan sisa jaringan mola hidatidosa.
  4. Pada primigravida yang masih hamil,dilakukan penjahitan kembali bekas perforasi.

 c. Embolisasi

Sejumlah trombiast dengan tampak stroma villi keluar dari uterus dan masuk ke dalam vena terutama pada saat ekspulasi spontan atau evaluasi terapeutik yang benar.Volume yang masuk ke dalam vena dapat sedemikian besar,sehingga menyebabkan tanda dan gejala emboli paru akut dan makanan total.Kemungkinan yang terjadi jika emboli yaitu dapat terjadi dispne,takikardi,terjadi penurunan tekanan darah.

d. Peradangan

Karena banyak mengeluarkan darah maka daya tahun tubuh menurun dan kuman-kuman masuk sehingga dapat menimbulakan infeksi

e. Timbulnya keganasan

Selama 2-3 tahun setelah melakukan histerektomi pada penderita dengan mola hidatidosa tetap ada kemungkinan timbulnya tumor gana yaitu chariot carcinoma.

           Dampak Psikologis

 Dengan adanya penyakit mola hodatidosa akan mengganggu psikologis pasien seperti pasien akan merasa putus asa,emosi yang tidak stabil dan mungkin pasien tindak bias menerima kondisi kesehatannya serta perasaan takut jika pengobatan yang diberikan tidak dapat menyembuhkan penyakitnya.

 

 6.TERAPI MOLA HIDATIDOSA

            Terapi mola hidatidosa dapat dijabarkan dalam dua bentuk untuk dua keadaan:

1)      Terjadi perdarahan dan ekspulsi jaringan mola hidatidosa.

  • Persiapan pemasangan infuse dan rencana transfuse darah
  • Lakukan curettage suction
    • Lindungi dengan oksitosin drip,sehingga uterus segera mengecil mengikuti dikeluarkannya jaringan mola.
    • Ikuti dengan kuretase tajam sehingga sehingga sebagian jaringan mola dapat dikeluarkan.
  • Observasi tingginya fundus uteri,kontraksi dan perdarahan
  • Evaluasi perdarahan(darah,urin lengkap,jumlah trombosit dll)

2)      Diagnosis mola hidatidosa dapat ditegakan,tetapi tidak terjadi perdarahan dan ekspulsi jaringan mola.Persiapan yang dilakukan adalah pemeriksaan labor seperti pemeriksaan darah dan urin lengkap.

7. PENATALAKSANAAN

  • Perbaiki keadaan umum
  • Keluarkan jaringan mola dengan vakum kuretas dilanjutkan dengan kuret tajam. Lakukan kuretas bila tinggi fundus uterus lebih dari 20 minggu sesudah hari ketujuh
  • Untuk memperbaiki kontraksi, sebumnya berikan uterotonik (20-40 unit oksitosin dalam 250 cc/50 unit oksitosin dalam 500 ml NaCl 0,9%) bila tidak dilakukan vakum kuretase, dapat diambil tindakan histeroktomi.
  • Histeroktomi perlu dipertimbangkan pada wanita yang telah cukup umur dan cukup anak. Batasan yang dipakai ialah umur 35 tahun dengan anak hidup tiga
  • Terapi proflaksis dengan sitostatik metroteksat atau aktinomisin D pada kasus dengan resiko keganasan tinggi seperti umur tua dan paritas tinggi
  • Pemeriksaan ginekologi, radiologi dan kadar Beta HCG lanjutan untuk deteksi dini keganasan. Terjadinya proses keganasan bisa berlangsung antara 7 hari sampai 3 tahun pasca mola. Yang paling banyak dalam 6 bulan pertama, pemeriksaan kadar Beta HCG tiap minggu sampai kadar menjadi negatif selama 3 minggu lalu tiap bulan selama 6 bulan pemeriksaan foto toraks tiap bulan sampai kadar Beta HCG negatif.
  • Periksa ulang

    Ibu di anjurkan untuk tidak hamil dulu dan di anjurkan memakai kontrasepsi dan lain lain.Kehamilan dimana reaksi kehamilan menjadi positif akan menyulitkan observasi juga dinasehatkan untuk memenuhi jadwal periksa selama 2-3 tahun.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba,Ida Bagus.2007.Pengantar Kuliah Obstetri.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC

Prawirohardjo,Sarwono,dkk.2008.Ilmu Kebidanan.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka

Sulistyawati,Ari.2009.Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan.Jakarta:Salemba Medika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: