Hello…This's Mutiara Oktavianti

Indonesia sehat 2010

Indonesia Sehat 2010

Dasar – Dasar, Visi Dan Misi Pembangunan Kesehatan

  1. Dasar – Dasar Pembangunan Kesehatan

Landasan Idiil Pembangunan Nasional adalah Pancasila, sedangkan landasan Konstitusionilnya adalah Undang–Undang Dasar 1945. Pembangunan Kesehatan merupakan bagian Integral dari Pembangunan Nasional.

Dasar–Dasar Pembangunan Kesehatan hakekatnya adalah Nilai Kebenaran dan Aturan Pokok sebagai landasan untuk berfikir atau bertindak dalam pembangunan kesehatan. Dasar–dasar Pembangunan Kesehatan tersebut terdiri atas :

  • Perikemanusiaan

Setiap upaya kesehatan harus selalu berlandaskan perikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan & ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Oleh karena itu setiap Tenaga Kesehatan harus berbudi luhur dan memegang teguh Etika Profesi.

  • Pemberdayaan & Kemandirian

Setiap upaya kesehatan harus mampu membangkitkan dan mendorong Peran Serta Masyarakat.Untuk itulah maka Pembangunan Kesehatan dilaksanakan dengan berlandaskan pada Kepercayaan atas Kemampuan dan kekuatan sendiri serta bersendikan Kepribadian Bangsa.

  • Adil & Merata

Dalam Pembangunan Kesehatan, setiap orang mempunyai Hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang setinggi – tingginya tanpa memandang perbedaan suku, golongan, agama, dan status social ekonominya.

  • Pengutamaan & Manfaat

Penyelenggaraan upaya kesehatan harus lebih mengutamakan Pendekatan Pemeliharaan, Peningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit. Upaya kesehatan diarahkan agar memberikan manfaat yang sebesar–besarnya bagi Peningkatan Kesehatan Masyarakat serta dilaksanakan dengan penuh Tanggung Jawab sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang–undangan yang berlaku.

 

2. Visi Pembangunan Kesehatan

Visi yang ingin dicapai melalui Pembangunan Kesehatan yang dirumuskan sebagai “INDONESIA SEHAT 2010” adalah: Masyarakat, Bangsa dan Negara yang penduduknya hidup dalam Lingkungan dan dengan Perilaku Hidup Sehat, memiliki Kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki Derajat Kesehatan yang setinggi–tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Dalam IS 2010 ini, Lingkungan yang diharapkan adalah Lingkungan yang Kondusif bagi Terwujudnya Keadaan Sehat yaitu: Lingkungan yang Bebas dari Polusi, Tersedianya Air Bersih, Sanitasi Lingkungan yang Memadai, Perumahan dan Pemukiman yang Sehat, Perencanaan Kawasan yang Berwawasan Kesehatan dan Terwujudnya Kehidupan Masyarakat yang Saling Tolong Menolong dengan Memelihara Nilai–nilai Budaya Bangsa.

Perilaku masyarakat IS 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat Proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit dan berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Kemudian Kemampuan masyarakat yang diharapkan adalah kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan, baik yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi.

Sedangkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa pelayanan serta yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika profesi. Dengan  demikian diharapkan derajat kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat dapat ditingkatkan seoptimal mungkin.

3.  Misi Pembangunan Kesehatan

Untuk dapat mewujudkan Visi IS 2010, ditetapkan 4 Misi Pembangunan Kesehatan sbb :

  • Menggerakkan Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan

Untuk dapat mewujudkan IS 2010, para penanggung jawab program pembangunan   harus memasukkan pertimbangan– pertimbangan kesehatan dalam  semua kebijakan pembangunannya. Untuk dapat melaksanakan pembangunan nasional yang   berkontribusi positif terhadap   kesehatan,   maka   seluruh   elemen   dari   Sistem Kesehatan Nasional harus berperan sebagai Penggerak Utama Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan.

  • Mendorong Kemandirian Masyarakat Untuk Hidup Sehat.

Untuk dapat mewujudkan IS 2010, para penanggung jawab program pembangunan   harus memasukkan pertimbangan–pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya. Untuk dapat melaksanakan pembangunan nasional yang berkontribusi positif terhadap kesehatan, maka seluruh elemen dari Sistem Kesehatan Nasional harus berperan sebagai Penggerak Utama Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan.

  • Memelihara dan Meningkatkan Pelayanan Kesehatan yg Bermutu, Merata dan Terjangkau.

Hal ini mengandung makna bahwa salah satu tanggung jawab sector kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak hanya semata–mata berada ditangan pemerintah, melainkan mengikutsertakan sebesar–besarnya peran serta aktif segenap anggota masyarakat dan berbagai potensi swasta.

  • Memelihara dan Meningkatkan  Kesehatan Individu, Keluarga dan Masyarakat beserta Lingkungannya.

Ini berati bahwa tugas utama sector kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan segenap   warga negaranya yakni setiap individu, keluarga dan masyarakat Indonesia tanpa meninggalkan upaya penyembuhan penyakit dan atau pemulihan kesehatan. Untuk    terselenggaranya tugas ini, maka penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah upaya kesehatan yang bersifat Promotif dan Preventif yang didukung oleh upaya Kuratif dan atau Rehabilitatif. Disamping itu, upaya–upaya penyehatan lingkungan harus juga diprioritaskan.

Arah, Tujuan, Sasaran Dan Kebijakan Serta Srtategi Pembangunan Kesehatan

1.   Arah Pembangunan kesehatan

Arah Pembangunan Kesehatan menuju IS 2010 sesuai dengan arah Pembangunan Nasional selama ini, yakni :

  • Pembangunan Kesehatan adalah bagian integral dari Pembangunan Nasional :

 

4.  Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Untuk mencapai Tujuan dan Sasaran pembangunan kesehatan menuju IS 2010, maka perlu dirtumuskan Kebijakan Pembangunan Kesehatan sebagai berikut :

  • Pemantapan Kerja Sama Lintas Sektor

Kerja sama lintas sektoral merupakan hal yang utama yang harus digalang dan lebih dimantapkan secara seksama, sehingga sosialisasi masalah–masalah kesehatan kepada sektor lain harus dan perlu dilakukan secara intensif dan berkala. Kerja sama lintas sektor harus mencakup tahap Perencanaan, Pelaksanaan dan Penilaian.

  • Peningkatan Perilaku, Kemandirian Masyarakat & Kemitraan Swasta.

Perilaku hidup sehat masyarakat usia dini perlu ditingkatkan melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan agar menjadi bagian dari norma hidup dan budaya masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

Kemitraan swasta lebih dikembangkan dengan memberikan kemudahan dalam membangun pelayanan kesehatan rujukan rumah sakit dan pelayanan medik lainnya, dengan memperhatikan efisiensi keseluruhan sistem pelayanan kesehatan. Kemitraan swasta juga ditingkatkan dalam pencegahan penyakit dan peningkatan derajay kesehatan.

  • Peningkatan Kesehatan Lingkungan.

Kesehatan lingkungan pemukiman, tempat kerja dan tempat–tempat umum serta tempat-tempat pariwisata ditingkatkan melalui penyediaan serta pengawasan mutu air yang memenuhi persyaratan terutama perpipaan, penertiban tempat pembuangan sampah, penyediaan sarana pembuangan limbah, serta berbagai sarana sanitasi lingkungan lainnya sehingga penduduk dapat hidup sehat dan produktif serta terhindar dari penyakit–penyakit yang membahayakan yang ditularkan melalui atau oleh lingkungan yang tidak sehat.

  • Peningkatan Upaya Kesehatan.

Perhatian yang besar diberikan kepada upaya untuk mewujudkan produktivitas kerja yang tinggi, melalui berbagai upaya pelayanan kesehatan kerja termasuk perbaikan gizi dan kebugaran jasmani tenaga kerja serta upaya kesehatan lain yang menyangkut kesehatan lingkungan kerja dan lingkungan pemukiman terutama bagi penduduk yang tinggal di daerah kumuh.

  • Peningkatan Sumber Daya Kesehatan.

Pengembangan tenaga kesehatan harus menunjang seluruh upaya pembangunan kesehatan dan diarahkan untuk menciptakan tenaga kesehatan yang ahli dan terampil sesuai pengembangan ilmu dan teknologi, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME serta berpegang teguh pada pengabdian terhadap bangsa dan negara serta etika profesi. Pengembangan tenaga kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan atau daya guna tenaga dan penyediaan jumlah serta mutu tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang mampu melaksanakan pembangunan kesehatan.

  • Peningkatan Kebijakan & Manajemen Pembangunan Kesehatan.

Kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan perlu makin ditingkatkan terutama melalui peningkatan secara strategis kerja sama antara sektor kesehatan dan sektor lain yang terkait, dan antara berbagai program kesehatan serta antara para pelaku dalam pembangunan kesehatan sendiri. Manajemen upaya kesehatan yang terdiri dari Perencanaan, Penggerakan Pelaksanaan, Pengendalian dan Penilaian diselenggarakan secara sistematik untuk menjamin upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh.

  • Peningkatan Perlindungan Kesehatan Masyarakat

Terhadap Penggunaan Sediaan Farmasi, Makanan Dan Alat Kesehatan Ilegal. Hal ini dilaksanakan melalui pencegahan beredarnya produk yang tidak memenuhi persyaratan mutu, manfaat dan keamanan serta memperluas jangkauan pengawasannya.

  • Peningkatan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kesehatan

Penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan akan terus dikembangkan secara terarah dan bertahap dalam rangka menunjang upaya kesehatan,utamanya untuk mendukung perumusan kebijaksanaan, membantu memecahkan masalah kesehatan dan mengatasi kendala di dalam pelaksanaan program kesehatan. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi didorong untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, gizi, pendayagunaan obat dan pengembangan obat asli Indonesia, pemberantasan penyakit dan perbaikan lingkungan.

 

5.  Strategi Pembangunan Kesehatan

Startegi Pembangunan Kesehatan untuk mewujudkan IS 2010 adalah :

  • Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan.

Semua kebijakan pembangunan nasional yang sedang dan akan diselenggarakan harus memiliki Wawasan Kesehatan artinya: Program Pembangunan Nasional tersebut harus memberikan kontribusi yang positif terhadap kesehatan, terutama terhadap :

  • Pembentukan Lingkungan Sehat
  • Pembentukan Perilaku Sehat

 Sedangkan secara mikro, semua kebijakan pembangunan kesehatan yang sedang atau akan diselenggarakan harus dapat  makin mendorong meningkatnya derajat kesehatan seluruh masyarakat.

  • Profesionalisme

Prifesionalisme dilaksanakan melalui penerapan kemajuan ilmu dan te knologi serta melalui penerapan nilai–nilai moral dan etika. Pelayanan kesehatan profesional tidak akan terwujud apabila tidak didukung oleh tenaga pelaksana, yaitu sumber daya kesehatan yang mengikut perkembangan ilmu dan teknologi. Untuk terselenggaranya strategi profesionalisme akan dilaksanakan penentuan standar kompetensi bagi tenaga kesehatan, pelatihan berdasarkan kompetensi, akreditasi dan legalisasi tenaga kesehatan, serta kegiatan peningkatan kualitas lainnya.

  • Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat ( JPKM ).

Untuk memantapkan kemandirian masyarakat dalam pola hidup sehat, perlu digalang peranserta masyarakat yang seluas–luasnya, termasuk peran serta masyarakat dalam pembiayaan kesehatan.

JPKM yang pada dasarnya merupakan penataan sub sistem  pembiayaan kesehatan dalam bentuk mobilisasi sumber dana masyarakat, merupakan wujud nyata dari peran serta masyarakat yang apabila berhasil dilaksanakan dengan baik akan mempunyai peranan yang sangat besar dalam mempercepat pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan.

JPKM diselenggarakan sebagai upaya bersama anatara masyarakat, swasta dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat.

Dalam konteks penataan sub sistem pelayanan kesehatan, startegi JPKM mengutamakan pelayanan Promotif dan Preventif yang dinilai lebih efektif dan efisien dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan disamping berpengaruh positif pula dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

  • Desentralisasi.

Desentralisasi yang intinya adalah pendelegasian wewenang yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk mengatur sistem pemerintahan dan rumah tangga sendiri dipandang lebih sesuai untuk pengelolaan pembangunan pada masa mendatang. Untuk terselenggaranya desentralisasi akan dilakukan kegiatan analisa dan penentuan peran pemerintah pusat dan daerah dalam bidang kesehatan,penentuan kegiatan upaya kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh  daerah, analisa kemampuan daerah,pengembangan sumber daya manusia daerah, pelatihan, penempatan kembali tanaga dan kegiatan–kegiatan lain   yang mendudkung terselenggaranya startegi desentralisasi.

 

Program Pembangunan Kesehatan

1.  Pokok Program Pembangunan Kesehatan

Program–program pembangunan kesehatan dikelompokkan dalam pokok–pokok program yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dengan pembangunan sector lain yang terkait serta dengan dukungan masyarakat. Pokok–pokok program pembangunan kesehatan tersebut adalah :

Pokok Program Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat.

  • Tujuan : Untuk memberdayakan individu dan masyarakat dalam bidang kesehatan melalui peningkatan pengetahuan, sikap positif, perilaku dan peran aktif individu, keluarga dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya sendiri dan lingkungannya menuju masyarakat yang sehat, mandiri dan produktif.
  • Sasaran : Terciptanya keberdayaan  individu dan masyarakat dalam bidang kesehatan yang ditandai oleh peningkatan perilaku hidup sehat dan peran aktif dalam memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan diri dan lingkungan sesuai dengan sosial budaya setempat.
  • Program – program yang tercakup didalamnya :
    • Program Peningkatan Perilaku Sehat
    • Program Anti Tembakau, Alkohol dan Madat
    • Program Pencegahan Kecelakaan dan Rudapaksa
    • Program Pembinaan Kesehatan Jiwa Masyarakat
    • Program Kesehatan Olah Raga dan Kebugaran Jasmani

Pokok Program Lingkungan Sehat

  • Tujuan : Untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan sehingga tercapai dera kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang optimal.
  • Sasaran : Meningkatnya mutu lingkungan hidup, serta kemauan  dan kemampuan individu, keluarga dan masyarakat serta pemerintah  dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berwawasan kesehatan.
  • Program – program yang tercakup didalamnya :
    • Program Wilayah / Kawasan Sehat
    • Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    • Program Hygiene dan Sanitasi Tempat – tempat Umum
    • Program Pemukiman, Perumahan dan Bangunan Sehat
    • Program Penyehatan Air

   Pokok Program Upaya Kesehatan

  • Tujuan : Meningkatkan pemerataan dan mutu upaya kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna serta terjangkau oleh segenap anggota masyarakat.
  • Sasaran : Tersedianya pelayanan kesehatan dasar dan rujukan baik pemerintah maupun swasta yang didukung oleh peran serta masyarakat.
  •  Program – program yang tercakup di dalamnya :
    • Program Pemberantasan Penyakit Menular dan Imunisasi
    • Program Pencegahan Penyakit Tidak Menular
    • Program Penyembuhan Penyakit dan Pemulihan Kesehatan
    • Program Pelayanan Kesehatan Penunjang
    • Program Pembinaan dan Pengembangan Pengobatan Tradisional
    • Program Kesehatan Reproduksi
    • Program Perbaikan Gizi
    • Program Kesehatan Matra
    • Program Pengembangan Survailens Epidemiologi
    • Program Penanggulangan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Pokok Program Sumber Daya Kesehatan

  • Tujuan : Untuk meningkatkan jumlah, mutu dan penyebaran tenaga kesehatan; meningkatnya jumlah, efektifitas dan efisiensi penggunaan biaya kesehatan, serta meningkatkan pengadaan dan produksi bahan baku dan obat jadi yang bermutu dan aman.
  • Sasaran : Tersedianya berbagai tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebijakan Paradigma Sehat. Berkembangnya sistem  pembiayaan pra upaya dalam bentuk JPKM serta tersedianya bahan baku dan obat jadi yang bermutu dan aman sesuai dengan kebutuhan.
  • Program – program yang tercakup di dalamnya :
    • Program Perencanaan, Pendayagunaan serta Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan.
    • Program Pengembangan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat
    • Program Pengembangan Sarana dan Perbekalan Kesehatan

Pokok Program Obat, Makanan dan Bahan Berbahaya

  • Tujuan : Untuk melindungi masyarakat dari:
    • Bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat, psikotropika, narkotika, xat adiktif ( NAPZA ) dan bahan berbahaya lainnya.
    • Penggunaan   sediaan   farmasi,   makanan   dan   alat   kesehatan   yang   tidak   memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.
    • Sasaran :
      • Mencegah dan mengamankan peredaran sediaan farmasi, makanan dan alat kesehatan ilegl.
      • Menjamin mutu, keamanan dan khasiat / kemanfaatan sediaan farmasi, makanan dan alkes yang diijinkan beredar.
      • Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap resiko penggunaannya.
      • Program – program yang tercakup di dalamnya :
        • Program Pengamanan Bahaya Penyalahgunaan dan Kesalahgunaan Obat, Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif dan Bahan Berbahaya Lainnya.
        • Program Pengamanan dan Pengawasan Makanan dan Bahan Tambahan Makanan (BTM)
        • Program Pengawasan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika dan Alat Kesehatan.
        • Program Penggunaan Obat Rasional
        • Program Obat Esensial
        • Program Pembinaan dan Pengembangan Obat Asli Indonesia
        • Program Pembinaan dan Pengembangan Industri Farmasi

Pokok Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan

Program – program yang tercakup di dalamnya :

  • Program Pengembangan Kebijakan Kesehatan.
  • Program Pengembangan Manajemen Pembangunan Kesehatan
  • Program Pengembangan Hukum Kesehatan
  • Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan

Pokok Program Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan

  • Tujuan : Untuk memberikan masukan ilmu pengetahuan dan IPTEK untuk menunjang pembangunan kesehatan dan utamanya untuk mendukung perumusan kebijakan, membantu memecahkan masalah kesehatan dan mengatasi kendala didalam pelaksanaan program kesehatan.
  • Sasaran :
    • Makin berkembangnya IPTEK yang didorong untuk meningkatkan  pelayanan kesehatan, gizi, pendayagunaan obat, pemberantasan penyakit menular, dan  perbaikan lingkungan.
    • Makin berkembangnya penelitian yang berkaitan dengan ekonomi kesehatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan  pembiayaan kesehatan dari pemerintah dan swasta serta meningkatkan kontribusi pemerintah dalam pembiayaan kesehatan yang masih terbatas.
    • Terlaksananya penelitian  bidang sosial budaya  dan  perilaku hidup sehat untuk mengembangkan gaya hidup sehat.
    • Program – program yang tercakup di dalamnya :
      • Program Litbang Peningkatan Perilaku dan Pemberdayaan Masyarakat
      • Program Litbang Peningkatan Lingkungan Sehat
      • Program Litbang Peningkatan Upaya Kesehatan
      • Program Litbang Peningkatan Sumber Daya Kesehatan
      • Program Litbang Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan
      • Program Litbang Ilmu – ilmu Dasar dan Terapan Bidang Kesehatan

 

  Program Kesehatan Unggulan

Menyadari akan adanya keterbatasan Sumber Daya yang tersedia dan disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan yang ditemukan dalam masyarakat dan kecenderunagnnya  pada masa mendatang, maka untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat, ditetapkan 10 Program Unggulan Kesehatan sebagai berikut :

  1. Program Kebijakan Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan dan Hukum Kesehatan
  2. Program Perbaikan Gizi
  3. Program Pencegahan Penyakit Menular termasuk Imunisasi
  4. Program Peningkatan Prilaku Hidup Sehat dan Kesehatan Mental
  5. Program Lingkungan Pemukiman, Air dan Udara Sehat
  6. Program Kesehatan Keluarga, Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana
  7. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  8. Program Anti Tembakau, Alkohol dan Madat
  9. Program Pengawasan Obat, Bahan Berbahaya dan Makanan.
  10. Program Pencegahan Kecelakaan dan Rudapaksa termasuk Keselamatan Lalu Lintas.

 

Indikator Pembangunan Kesehatan

Indicator dalah Sesuatu yang dijadikan ukuran untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan program. Dengan demikian, maka indikator suatu program ditentukan berdasarkan sasaran–sasaran yang hendak dicapai dalam program tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka indikator pembangunan kesehatan dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010 merupakan ukuran–ukuran keberhasilan dari masing–masing bidang yaitu tercapainya peningkatan dalam :

  1. Kerjasama Lintas Sektor
  2. Kemandirian masyarakat dan kemitraan swasta
  3. Perilaku hidup sehat
  4. Lingkungan sehat
  5. Upaya Kesehatan
  6. Manajemen Pembangunan Kesehatan
  7. Derajat Kesehatan.

      

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Rakernas Departemen Kesehatan RI. 2010. Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan sebagai Strategi Nasional menuju Indonesia Sehat 2010. Jakarta.

Depkes RI .2010. Undang – undang Kesehatan RI No. 23 Tahun 1992. Jakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: